Kepala MTsN 2 Kapuas Ikuti Bimtek KBC, Siap Wujudkan Madrasah Laboratorium Karakter Humanis

Palangka Raya (Humas) Kepala MTsN 2 Kapuas, H. Istanto, mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang diselenggarakan oleh Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Tengah. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 12–14 Maret 2026 di Asrama Haji Al‑Mabrur.
Bimtek ini diikuti oleh para kepala madrasah negeri serta guru atau wakil kepala bidang kurikulum dari seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Tengah. Kegiatan secara resmi dibuka oleh Kepala Kantor Wilayah Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Tengah, H. M. Yusi Abdhian, pada Kamis (12/03/2026).
Dikutip dari berita resmi kemenag Kalteng, Kakanwil menegaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta merupakan program prioritas Kementerian Agama Republik Indonesia yang digagas oleh Nasaruddin Umar. Kurikulum ini bertujuan menanamkan nilai kasih sayang, harmoni, serta membangun peradaban yang dilandasi sikap saling menghargai dan mencintai sesama.
“Kemenag berkomitmen memperkuat mutu pendidikan madrasah. Bukan hanya membangun kecerdasan akademik, tetapi juga pembentukan karakter, nilai moral, dan spiritualitas,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala MTsN 2 Kapuas, H. Istanto, melalui pesan Whatapps kepada Tim Humas MTsN 2 Kapuas mengaku menyambut baik pelaksanaan Bimtek tersebut. Ia menilai kegiatan ini sangat penting dalam meningkatkan pemahaman kepala madrasah terhadap implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di lingkungan madrasah.
“melalui kegiatan tersebut para kepala madrasah diharapkan mampu mengintegrasikan nilai-nilai cinta, empati, dan kepedulian dalam proses pembelajaran sehingga madrasah dapat menjadi tempat pembentukan karakter yang humanis bagi peserta didik”ungkapnya.
Kegiatan Bimtek ini diikuti oleh 85 peserta, yang terdiri dari 43 kepala madrasah negeri serta 42 guru atau wakil kepala bidang kurikulum. Melalui pelatihan intensif tersebut, peserta diharapkan mampu menyusun rancangan pembelajaran yang mengintegrasikan nilai-nilai kasih sayang serta membangun lingkungan pendidikan yang ramah dan penuh empati.(Rifai)

