MTsN 2 Kapuas Kembali Galakkan Program Ecobrick, Wujudkan Madrasah Peduli Lingkungan

Kapuas (Humas) MTsN 2 Kapuas kembali menggalakkan program ecobrick sebagai bagian dari upaya menumbuhkan kepedulian murid terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan. Program tersebut diinisiasi oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Sarana dan Prasarana sekaligus Pembina Sispala MTsN 2 Kapuas, M. Sofya Rusmawan, yang mengarahkan murid untuk mengelola sampah plastik melalui pembuatan ecobrick.
Ecobrick adalah metode pengelolaan sampah plastik dengan cara mengumpulkan sampah plastik yang telah dibersihkan, kemudian memasukkannya ke dalam botol plastik dan memadatkannya hingga menjadi botol yang padat dan kuat. Ecobrick yang telah dibuat dapat dimanfaatkan kembali sebagai bahan untuk berbagai keperluan, seperti bahan dasar furnitur sederhana, tempat duduk, pembatas, maupun karya kreatif lainnya.
Dalam pelaksanaannya, M. Sofya Rusmawan mengarahkan murid untuk mengumpulkan sampah plastik yang terdapat di lingkungan madrasah maupun sampah plastik yang mereka hasilkan sehari-hari. Sampah tersebut kemudian dipilah dan dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan ecobrick.
Menurut Sofya, program tersebut tidak hanya bertujuan mengurangi sampah plastik, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran langsung bagi murid untuk membangun kepedulian, kedisiplinan, dan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan.
“Ecobrick bukan sekadar kegiatan mengumpulkan dan memasukkan sampah plastik ke dalam botol. Lebih dari itu, kita ingin menanamkan kesadaran kepada murid bahwa sampah yang dikelola dengan baik dapat memberikan manfaat dan memiliki nilai guna,” ungkapnya kepada Tim Humas MTsN 2 Kapuas. Senin (14/9).
Sebagai inisiator kegiatan, Sofya terus mendorong murid untuk membiasakan diri menjaga lingkungan melalui langkah-langkah sederhana. Murid diarahkan untuk tidak membuang sampah sembarangan, mengurangi sampah plastik, memilah sampah, serta memanfaatkan sampah plastik yang masih dapat digunakan untuk dibuat menjadi ecobrick.
“Kita berharap anak-anak terbiasa menjaga lingkungan, mulai dari hal-hal sederhana seperti tidak membuang sampah sembarangan, memilah sampah, hingga memanfaatkan sampah plastik menjadi ecobrick. Ini bagian dari proses membentuk generasi yang peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan,”jelasnya.
Kepala MTsN 2 Kapuas, H. Saliman, mengapresiasi inisiatif tersebut. Menurutnya, kegiatan yang digagas dan diarahkan oleh Sofya tersebut memberikan dampak positif, tidak hanya terhadap kebersihan lingkungan madrasah, tetapi juga terhadap pembentukan karakter murid.
“Kami sangat mengapresiasi program ecobrick ini. Kegiatan seperti ini memberikan edukasi kepada anak-anak bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Sampah plastik yang selama ini dianggap tidak berguna ternyata dapat dikelola dan dimanfaatkan kembali,”ujarnya.
H. Saliman berharap program tersebut dapat dilaksanakan secara konsisten dan terus dikembangkan dengan melibatkan lebih banyak murid serta warga madrasah. Menurutnya, pembiasaan seperti ini penting agar kepedulian terhadap lingkungan tidak berhenti sebagai sebuah kegiatan, tetapi tumbuh menjadi budaya di lingkungan madrasah.
Program ecobrick di MTsN 2 Kapuas juga menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan madrasah yang bersih, sehat, dan nyaman. Melalui kegiatan tersebut, murid mendapatkan pengalaman nyata dalam mengelola sampah sekaligus memahami bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari hal-hal sederhana.
Melalui inisiatif ecobrick yang digagas M. Sofya Rusmawan, MTsN 2 Kapuas berupaya menjadikan pengelolaan sampah sebagai bagian dari pendidikan karakter. Murid tidak hanya diajak menjaga kebersihan, tetapi juga belajar bertanggung jawab dan memberikan manfaat terhadap lingkungan sekitarnya.(Rif)

