Murid MTsN 2 Kapuas Praktik Membuat Batik Ikat Celup Sasirangan

Kapuas (Humas) Pembelajaran prakaryadi MTsN 2 Kapuas tidak hanya berlangsung melalui kegiatan di dalam kelas. Senin (21/9/2026), murid kelas VII mengikuti kegiatan praktik membuat batik ikat celup dengan mengangkat teknik sasirangan, salah satu kain tradisional khas Kalimantan Selatan.
Kegiatan praktik tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari pembelajaranprakarya yang dibimbing oleh guru mata pelajaran, Afiana Choirunnisa. Melalui praktik ini, murid diajak untuk memahami materi pembelajaran sekaligus mengembangkan keterampilan melalui kegiatan yang bersifat kontekstual dan kreatif.
Dalam prosesnya, murid mempraktikkan teknik ikat dan celup pada kain dengan membuat pola tertentu melalui proses pelipatan, pengikatan, kemudian pencelupan menggunakan pewarna. Setelah ikatan dibuka, akan tampak motif dan pola yang terbentuk pada bagian kain yang tidak terkena pewarna secara langsung.
Afiana Choirunnisa mengatakan bahwa praktik tersebut dirancang agar murid dapat memperoleh pengalaman belajar secara langsung.
“Melalui praktik membuat batik ikat celup, murid tidak hanya memahami konsep yang dipelajari dalam mata pelajaran prakarya, tetapi juga belajar berkreasi, bekerja secara teliti, dan mengenal kearifan lokal yang ada di Kalimantan,” ujarnya kep tim Hum MTN 2 Kapuas.
Menurutnya, kegiatan pembelajaran berbasis praktik juga dapat memberikan pengalaman yang lebih bermakna bagi murid karena mereka terlibat langsung dalam setiap tahapan proses pembuatan.
Selain mengembangkan kreativitas, kegiatan tersebut menjadi sarana bagi murid untuk mengenal dan menghargai budaya lokal. Penggunaan teknik sasirangan dalam pembelajaran diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap keberadaan warisan budaya daerah.
Kegiatan berlangsung dengan antusias. Murid mengikuti setiap tahapan praktik, mulai dari menyiapkan kain, menentukan pola, melakukan pengikatan, hingga proses pewarnaan. Hasil karya yang telah selesai kemudian dibuka untuk melihat motif yang terbentuk dari teknik ikat celup tersebut.
Melalui kegiatan ini, MTsN 2 Kapuas terus mendorong pembelajaran yang aktif, kreatif, dan kontekstual dengan memadukan pemahaman materi pelajaran, keterampilan, serta pengenalan terhadap kearifan lokal.(Rif)

