Panjat Dinding Jadi Cabor Favorit Siswa pada Class Meeting MTsN 2 Kapuas

Kapuas (Humas) Lomba panjat dinding menjadi salah satu cabang perlombaan yang paling diminati siswa dalam rangkaian kegiatan class meeting MTsN 2 Kapuas. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa (16/12/2025).
Pembina panjat dinding MTsN 2 Kapuas, Sofya Rusmawan, mengatakan bahwa tingginya minat siswa terhadap lomba panjat dinding terlihat dari antusiasme peserta yang mengikuti perlombaan tersebut.
“Cabang lomba panjat dinding menjadi salah satu lomba yang paling diminati siswa pada pelaksanaan class meeting kali ini,” ujar Sofya Rusmawan.I
a menjelaskan, lomba panjat dinding diikuti oleh 13 peserta, yang terdiri dari 6 siswa putri dan 7 siswa putra. Para peserta tampil penuh semangat dengan menunjukkan ketangkasan, kekuatan fisik, serta keberanian dalam menaklukkan jalur panjat yang telah disiapkan panitia.
Menurut Sofya, selain menjadi ajang kompetisi, lomba panjat dinding juga bertujuan untuk menyalurkan minat dan bakat siswa di bidang olahraga, sekaligus melatih kedisiplinan, sportivitas, dan kepercayaan diri peserta didik. Melalui kegiatan class meeting ini, MTsN 2 Kapuas berupaya menghadirkan kegiatan positif dan edukatif yang dapat mempererat kebersamaan serta mendukung pengembangan potensi siswa di luar kegiatan akademik.
Lebih lanjut, Sofya Rusmawan menjelaskan bahwa lomba panjat dinding kategori boulder menggunakan sistem penilaian yang mengedepankan objektivitas dan sportivitas. Adapun format penilaian Lomba Boulder meliputi beberapa kriteria, di antaranya Top, yakni peserta berhasil mencapai puncak jalur bouldering sebagai capaian tertinggi, Zone, yaitu capaian pada zona tengah jalur, serta percobaan, yakni jumlah usaha yang digunakan peserta untuk mencapai Top atau Zone.
Penentuan pemenang dilakukan secara berjenjang, dimulai dari peserta dengan jumlah Top terbanyak. Apabila terdapat jumlah Top yang sama, maka penilaian dilanjutkan pada jumlah Zone terbanyak. Jika masih terjadi kesamaan, pemenang ditentukan berdasarkan jumlah percobaan paling sedikit.
Sementara itu, bobot nilai yang digunakan dalam penilaian adalah Top bernilai 1 poin, Zone 0,5 poin, dan setiap percobaan dikurangi 0,1 poin. Sistem ini diterapkan untuk menjamin keadilan serta mendorong peserta tampil maksimal dengan teknik dan strategi terbaik.(Rifai)

