Gerakan Ekoteologi Mengakar di MTsN 2 Kapuas, Peserta MATAMUDA Tanam Bibit Pohon

Kapuas (Humas) MTsN 2 Kapuas terus menggencarkan Gerakan Ekoteologi melalui kegiatan penanaman bibit pohon yang diikuti seluruh peserta Masa Ta’aruf Madrasah (MATAMUDA) Tahun Pelajaran 2026/2027. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari ketiga MATAMUDA, Rabu (15/7/2026), di lingkungan madrasah sebagai wujud nyata kepedulian terhadap pelestarian lingkungan.
Penanaman bibit pohon menjadi salah satu agenda pembentukan karakter dalam rangkaian MATAMUDA. Melalui kegiatan ini, peserta didik baru tidak hanya diperkenalkan dengan lingkungan madrasah, tetapi juga diajak memahami pentingnya menjaga kelestarian alam sebagai bagian dari pengamalan nilai-nilai keagamaan dan tanggung jawab terhadap ciptaan Tuhan.
Didampingi panitia dan dewan guru, para peserta secara bergotong royong menanam bibit pohon di sejumlah titik di lingkungan madrasah. Suasana penuh semangat dan kebersamaan mewarnai kegiatan yang diharapkan mampu menumbuhkan budaya peduli lingkungan sejak dini.
Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan MTsN 2 Kapuas, Ida Mahmudah, mengatakan bahwa penanaman bibit pohon dipilih sebagai salah satu rangkaian MATAMUDA karena memiliki nilai edukatif sekaligus membentuk karakter peserta didik baru.
“Melalui kegiatan ini kami ingin menanamkan kepada peserta didik bahwa menjadi warga madrasah bukan hanya belajar di dalam kelas, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Kami berharap setiap pohon yang ditanam menjadi simbol tumbuhnya rasa tanggung jawab, kepedulian, dan kecintaan mereka terhadap alam,” ujarnya.
Menurut Ida Mahmudah, Gerakan Ekoteologi sejalan dengan tujuan MATAMUDA, yaitu membentuk peserta didik yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki karakter religius, disiplin, peduli, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan sekitar.
Sementara itu, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kapuas sekaligus Plt. Kepala MTsN 2 Kapuas, H. Hasbullah, mengapresiasi pelaksanaan Gerakan Ekoteologi yang dikemas dalam rangkaian kegiatan MATAMUDA. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan langkah positif dalam mengintegrasikan pendidikan karakter, nilai-nilai keagamaan, dan kepedulian terhadap lingkungan.
“Saya memberikan apresiasi kepada seluruh panitia, dewan guru, dan peserta MATAMUDA yang telah melaksanakan kegiatan ini dengan baik. Gerakan Ekoteologi bukan sekadar menanam pohon, tetapi juga menanam kesadaran bahwa menjaga kelestarian alam merupakan bagian dari ibadah dan tanggung jawab setiap insan. Semoga semangat ini terus tumbuh dan menjadi budaya di MTsN 2 Kapuas,” ungkapnya.
Kegiatan penanaman bibit pohon tersebut menjadi salah satu implementasi nyata program Kementerian Agama dalam mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dengan upaya pelestarian lingkungan. Melalui aksi sederhana namun bermakna ini, MTsN 2 Kapuas berharap peserta didik memiliki kesadaran bahwa menjaga kelestarian alam merupakan bagian dari ibadah dan harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.(Rifai)

