Jl. Trans Kalimantan Km.9, Anjir Serapat Barat
(0811516737)
info@mtsn2kapuas.sch.id

Kepala MTsN 2 Kapuas Koordinasikan Rencana Bimtek Penyusunan Soal Asesmen KBC ke BDK Banjarmasin

MTsN 2 KAPUAS

Kepala MTsN 2 Kapuas Koordinasikan Rencana Bimtek Penyusunan Soal Asesmen KBC ke BDK Banjarmasin

Kapuas (Humas) Kepala MTsN 2 Kapuas sekaligus Ketua Kelompok Kerja Madrasah Tsanawiyah (KKMTs) Kabupaten Kapuas, H. Saliman, bersama Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kapuas, H. Achmad Farichin, melakukan koordinasi ke Balai Diklat Keagamaan (BDK) Banjarmasin, Selasa, 23 September 2026.

Turut dalam rombongan tersebut Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Kapuas, H. Hasbullah, dan Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (PAI), H. Istanto.

Koordinasi tersebut dilakukan sebagai langkah awal mempersiapkan rencana pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Guru Kelompok Kerja Madrasah (KKM) se- Kabupaten Kapuas dalam Penyusunan Soal Asesmen Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) bagi guru madrasah di Kabupaten Kapuas.

Dalam rencana Bimtek tersebut, penyusunan soal asesmen akan diarahkan untuk memperkenalkan dan membiasakan peserta didik menghadapi karakteristik soal yang menuntut kemampuan berpikir, termasuk soal yang merujuk pada Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI). Hal ini diharapkan dapat mendukung kesiapan peserta didik dalam menghadapi berbagai bentuk asesmen sekaligus memperkuat implementasi KBC dalam pembelajaran.

Salah satu agenda utama dalam koordinasi tersebut adalah memohon dukungan dan kesediaan BDK Banjarmasin untuk menugaskan narasumber pada kegiatan Bimtek yang direncanakan oleh KKMTs Kabupaten Kapuas.

H. Saliman menyampaikan bahwa kehadiran narasumber dari BDK Banjarmasin diharapkan dapat memberikan penguatan kepada guru madrasah, khususnya dalam memahami prinsip, karakteristik, dan teknik penyusunan soal asesmen yang berkualitas.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap para guru mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif dalam menyusun soal asesmen yang berkualitas dan sesuai dengan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta. Soal yang disusun juga diharapkan mampu membiasakan peserta didik menghadapi soal dengan karakteristik TKA dan OMI, sehingga kemampuan berpikir dan kesiapan mereka dalam menghadapi asesmen dapat terus berkembang,” ujar H. Saliman.

Menurutnya, peningkatan kompetensi guru dalam menyusun instrumen asesmen menjadi bagian penting dalam mendukung proses pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga kemampuan berpikir dan penerapan pengetahuan peserta didik.

Koordinasi tersebut sekaligus menjadi langkah awal dalam membangun sinergi antara KKMTs Kabupaten Kapuas, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kapuas, dan BDK Banjarmasin dalam mendukung peningkatan kompetensi guru madrasah.

Rencana Bimtek ini diharapkan dapat memberikan bekal kepada guru dalam menyusun instrumen asesmen yang tepat, terukur, dan selaras dengan prinsip Kurikulum Berbasis Cinta, sekaligus mendorong terciptanya pembelajaran yang membiasakan peserta didik menghadapi beragam karakteristik soal asesmen.(Rif)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *