74 Peserta Didik Angkatan XXIX MTsN 2 Kapuas Resmi Dikukuhkan

Kapuas (Humas) Sebanyak 74 peserta didik kelas IX Angkatan XXIX MTsN 2 Kapuas resmi dikukuhkan pada kegiatan pelepasan peserta didik yang dirangkai dengan unjuk bakat, penanaman pohon, dan prosesi sungkeman kepada orang tua, bertempat di halaman MTsN 2 Kapuas KM 10, Rabu (13/05/2026).
Kegiatan mengusung tema “Mewujudkan Generasi Berakhlak Mulia melalui Implementasi Ekoteologi dan Kepedulian Lingkungan.”
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kapuas, Achmad Farichin, Plt. Kasi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kapuas, Gusti Bahriansyah, Pengawas Madrasah Supa’at, Ketua Komite MTsN 2 Kapuas Hj. Kartini, Kepala MIN 2 Kapuas Almaturidi, dewan guru, serta wali murid peserta didik.
Ketua Komite MTsN 2 Kapuas, Hj. Kartini, yang mewakili orang tua peserta didik, menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak madrasah atas ilmu dan pembinaan yang telah diberikan kepada peserta didik selama menempuh pendidikan di MTsN 2 Kapuas.
Sementara itu, Kepala MTsN 2 Kapuas, H. Istanto, dalam sambutannya mengingatkan para peserta didik agar tetap semangat melanjutkan pendidikan meskipun menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
“Walaubagaimanapun halangan dan rintangannya, kalian harus tetap melanjutkan belajar dan perjuangan kalian,” ujarnya.
Ia mengibaratkan perjalanan peserta didik seperti aliran sungai yang terus mengalir hingga bermuara ke laut. Menurutnya, selama tiga tahun para siswa telah melewati proses pendidikan di madrasah dan kini bersiap melanjutkan perjalanan hidup masing-masing.
“Kalian sudah melewati proses belajar selama tiga tahun dan kini telah sampai di muara untuk melanjutkan kehidupan masing-masing,” tuturnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kapuas, Achmad Farichin, menyampaikan bahwa pendidikan di madrasah tidak hanya berfokus pada kemampuan akademik, tetapi juga membentuk karakter dan kebiasaan ibadah peserta didik.
Ia mengingatkan para orang tua agar terus menjaga pembiasaan baik anak-anak setelah lulus dari madrasah, terutama dalam melaksanakan salat tepat waktu.
“Di madrasah anak-anak sudah dibiasakan salat tepat waktu. Jangan sampai ketika sudah melanjutkan pendidikan di tempat lain, kebiasaan baik itu hilang.” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua yang telah memberikan kepercayaan kepada madrasah dalam mendidik dan mengembangkan potensi peserta didik.
Menurutnya, pendidikan membutuhkan sinergi antara madrasah dan orang tua agar pembinaan karakter dan pendidikan agama dapat berjalan secara optimal.
Kegiatan ditutup dengan prosesi sungkeman peserta didik kepada orang tua masing-masing yang berlangsung penuh haru dan khidmat.(Rifai)

