Perpustakaan MTsN 2 Kapuas dan Guru Matematika Berkolaborasi Tingkatkan Literasi Numerasi Peserta Didik

Kapuas (Humas) Perpustakaan MTsN 2 Kapuas terus mengembangkan inovasi dalam mendukung proses pembelajaran melalui kolaborasi dengan guru mata pelajaran. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan membaca buku dan diskusi pemecahan masalah matematika bersama peserta didik yang dipandu Guru Mata Pelajaran Matematika, Nurul Huda.(Jum’at, 7/26)
Kegiatan yang berlangsung di Perpustakaan MTsN 2 Kapuas ini memanfaatkan koleksi buku sebagai sumber belajar untuk memperkaya pemahaman peserta didik terhadap konsep-konsep matematika. Selain membaca berbagai referensi, peserta didik juga diajak berdiskusi dan menyelesaikan persoalan matematika secara berkelompok sehingga suasana belajar menjadi lebih aktif dan menyenangkan.
Melalui kegiatan tersebut, peserta didik tidak hanya memperoleh pengetahuan dari buku, tetapi juga mengasah kemampuan berpikir kritis, bernalar logis, dan memecahkan masalah secara sistematis. Pendekatan pembelajaran berbasis literasi ini diharapkan mampu meningkatkan minat baca sekaligus memperkuat kompetensi numerasi peserta didik.
Guru Mata Pelajaran Matematika, Nurul Huda, mengatakan bahwa pemanfaatan perpustakaan sebagai ruang belajar memberikan pengalaman yang berbeda bagi peserta didik. Menurutnya, berbagai koleksi buku yang tersedia menjadi referensi pendukung dalam memahami materi matematika secara lebih mendalam.
“Belajar di perpustakaan membuat peserta didik lebih leluasa mengeksplorasi berbagai sumber belajar. Melalui diskusi dan pemecahan masalah bersama, mereka tidak hanya memahami materi, tetapi juga terbiasa berpikir kritis dan menemukan solusi secara mandiri,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Perpustakaan MTsN 2 Kapuas, Haji Zakiah, menegaskan bahwa perpustakaan memiliki peran strategis sebagai pusat sumber belajar yang dapat dimanfaatkan oleh seluruh mata pelajaran, tidak hanya sebagai tempat membaca, tetapi juga sebagai ruang kolaborasi akademik.
“Kolaborasi antara perpustakaan dan guru mata pelajaran merupakan salah satu strategi untuk membangun budaya literasi di madrasah. Kami ingin perpustakaan menjadi ruang belajar yang hidup, tempat peserta didik mencari referensi, berdiskusi, dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis serta literasi numerasi. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan,” tutur Haji Zakiah.
Melalui kolaborasi antara perpustakaan dan guru mata pelajaran, MTsN 2 Kapuas terus memperkuat implementasi Gerakan Literasi Madrasah. Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem belajar yang inovatif, meningkatkan budaya membaca, serta melahirkan peserta didik yang memiliki kemampuan literasi dan numerasi yang unggul.(Rif)

