MTsN 2 Kapuas Tingkatkan Kompetensi Guru Lewat Workshop PKB Kurikulum Berbasis Cinta

Kapuas (Humas) Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Kapuas menggelar Workshop Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) “Pembuatan Media Belajar Kurikulum Berbasis Cinta (KBC)”. Kegiatan berlangsung selama dua hari, Sabtu–Minggu (25–26 Oktober 2025), bertempat di Ruang Guru MTsN 2 Kapuas Km 10.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kapuas, H. Hamidhan, S.Ag., M.A., dan diikuti oleh seluruh guru serta tenaga kependidikan MTsN 2 Kapuas.
Workshop menghadirkan Supa’at, S.Ag., M.Pd., Peserta Training of Fasilitator (TOF) Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) Pusat Pengembangan Kompetensi (Pusbangkom) Kemenag RI, sebagai fasilitator, serta Dr. H. Istanto, M.Pd., Peserta Sosialisasi KBC Direktorat KSKK Madrasah, Ditjen Pendis Kemenag RI, sebagai narasumber.
Dalam sambutannya, Kepala Kemenag Kapuas, H. Hamidhan, memberikan apresiasi kepada MTsN 2 Kapuas atas inisiatifnya melaksanakan kegiatan yang inovatif dan relevan dengan semangat pendidikan karakter. “Kurikulum Berbasis Cinta ini bukan hanya menambah wawasan, tetapi juga membentuk hati dan sikap pendidik agar lebih tulus dalam mengajar. Saya mengapresiasi langkah MTsN 2 Kapuas yang terus berinovasi dalam menumbuhkan nilai-nilai cinta dan karakter positif di lingkungan madrasah,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala MTsN 2 Kapuas, Dr. H. Istanto, M.Pd., menjelaskan bahwa pelaksanaan Workshop PKB ini merupakan bagian dari komitmen madrasah dalam meningkatkan kompetensi guru secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat penerapan Kurikulum Berbasis Cinta di satuan pendidikan.
“Kami ingin guru-guru tidak hanya hebat dalam menyampaikan ilmu, tetapi juga memiliki kepekaan dan kasih sayang dalam mendidik. Melalui kurikulum ini, madrasah ingin membangun budaya belajar yang penuh cinta dan tanggung jawab,” ungkapnya.
Sebagai fasilitator kegiatan, Supa’at, S.Ag., M.Pd. menambahkan bahwa dalam pelaksanaan KBC, para guru diarahkan untuk menginternalisasikan nilai-nilai Panca Cinta, salah satunya cinta kebersihan dan kemandirian.
“Peserta tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik langsung. Kami mengajak mereka untuk melakukan renungan sebelum makan, berdoa bersama, lalu mencuci piring masing-masing. Ini sederhana, tapi sarat makna tentang tanggung jawab dan kebersamaan,” jelasnya.
Selain penyampaian materi dan praktik, kegiatan ini juga menjadi ajang refleksi bagi seluruh peserta dalam memahami nilai-nilai kemanusiaan, spiritualitas, dan karakter yang menjadi ruh dalam Kurikulum Berbasis Cinta.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan seluruh pendidik MTsN 2 Kapuas dapat semakin profesional dalam mengembangkan media pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada kognitif, tetapi juga menumbuhkan cinta, empati, dan akhlak mulia di kalangan peserta didik.(Rifai).

