Satu Tetes Kehidupan, Wujud Kepedulian di HAB Kementerian Agama ke-80

Kapuas (Humas) Kegiatan donor darah menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama ke-80 Tahun yang digelar di Kuala Kapuas. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kapuas bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kapuas, dan diikuti dengan antusias oleh para pendonor dari berbagai kalangan.
Peserta donor darah berasal dari unsur pegawai Kementerian Agama, TNI, Polri, serta masyarakat umum yang turut ambil bagian dalam aksi kemanusiaan tersebut. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian sosial sekaligus semangat pengabdian insan Kementerian Agama kepada sesama.
Donor darah dilaksanakan setelah upacara peringatan HAB Kementerian Agama ke-80, bertempat di Masjid Agung Al-Mukarram Kapuas, Sabtu (3/1/2026). Sejak dibuka, lokasi donor darah tampak ramai oleh para peserta yang dengan sukarela mendonorkan darahnya.
Salah satu pendonor yang berasal dari pegawai MTsN 2 Kapuas, Rifai, mengaku senang dapat berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Ia menyampaikan bahwa donor darah merupakan bentuk kepedulian sosial yang sederhana namun memiliki manfaat besar bagi sesama.
“Saya ikut berpartisipasi sebagai pendonor darah karena ingin berbagi dan membantu sesama, terutama pada memontum HAB Kemenag ke 80. Setetes darah yang kita berikan sangat berarti bagi mereka yang membutuhkan,”tutur Rifai.
Rifai juga mengungkapkan bahwa dirinya rutin menjadi pendonor darah setiap tiga bulan sekali. Menurutnya, selain membantu sesama, donor darah memberikan manfaat luar biasa bagi kesehatan. “Saya merasakan sendiri manfaat donor darah, badan terasa lebih segar dan kesehatan lebih terjaga. Semoga semakin banyak yang tergerak untuk ikut berdonor,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan donor darah seperti ini dapat terus dilaksanakan secara rutin, tidak hanya pada momentum peringatan Hari Amal Bakti, tetapi juga pada kegiatan sosial lainnya.
Melalui kegiatan donor darah ini, peringatan HAB Kementerian Agama ke-80 tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga diisi dengan aksi nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, sejalan dengan nilai pengabdian dan kepedulian sosial Kementerian Agama.(Mrb)

