HAB Kemenag ke-80: Kementerian Agama sebagai Rumah Pengabdian

Kapuas (Humas) setiap memasuki bulan Desember, Pegawai Kementerian Agama disibukkan dengan berbagai rangkai kegiatan memeriahkan peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama, hingga puncak kegiatan dilaksanakan pada bulan Januari.
Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama dikenal dengan hari lahirnya Kementerian Agama Republik Indonesia, yaitu pada 3 Januari 1946.
Kegiatan peringatan HAB Kementerian Agama biasanya diisi dengan berbagai kegiatan positif, diantaranya kegiatan bermacam perlombaan, kegiatan sosial, kegiatan keagamaan dan kegiatan lainnya.
Pada hari ini, Sabtu 3 Januari 2026, Kementerian Agama Republik Indonesia genap berusia 80 Tahun, tentu dengan usianya yang hampir Satu Abad, kiprahnya terhadap Agama dan Negara tidak diragukan lagi.
Kementerian Agama selalu hadir terdepan memberikan solusi ditiap persoalan umat, bahkan baru-baru ini Kementerian Agama Republik Indonesia turut berpartisipasi membantu korban bencana banjir dan longsor, Kemenag Serahkan Bantuan Rp 10,2 Miliar untuk Penyintas Banjir Sumatera Barat.
semangat solidaritas dan soliditas selalu berdiri tegak pada Kementerian Agama, tentunya hal tersebut, membuat siapapun merasa bangga menjadi bagian Kementerian Agama.
Salah satunya datang dari Pegawai Kementerian Agama Kabupaten Kapuas, Sri Ningsih.
Sri Ningsi salah satu pegawai yang telah mengabdikan dirinya Puluhan Tahun di Kementerian Agama Kabupaten Kapuas, tepatnya pada Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Kapuas. Dirinya memulai karir menjadi ASN Kemenag pada Tahun 2006.
Sri Ningsih mengungkapkan, bahwa dirinya perantau dari Muara Teweh Kabupaten Barito Utara Kalimantan Tengah tepatnya Desa Sei Rahayu, berada Ratusan Kilometer dari tempat tugasnya, dirinya ditugaskan di MTsN 2 Kapuas yang sebelumnya bernamakan MTsN Kapuas Timur, tanpa ada keluarga, bahkan saat itu yang dikenalpun tidak ada.
“Awal ditugaskan 2006, di MTsN 2 Kapuas yang beralamat di Kecamatan Kapuas Timur, saya memberanikan merantau menjalankan tugas tanpa ada keluarga” ungkapnya.
Lanjut Sri, namun seiringnya waktu, tempat awal tugas inilah yang membuat dirinya betah dan menetap menjadi warga Kapuas. “di MTsN 2 Kapuas inilah saya menemukan keluarga baru, saya dipermukan dengan patner kerja yang baik, hingga membuat saya memutuskan untuk menetap menjadi warga Kapuas” ujar Sri.
Menurutnya, Kementerian Agama bukan hanya sekedar tempat kerja, namun jauh dari itu, Kementerian Agama adalah rumah pengabdian.
“Kementerian Agamalah jalan saya mencari nafkah, tempat saya menemukan keluarga, Kementerian Agama adalah rumah pengabdian” tutupnya.(Rifai)

